Isnin, Mac 08, 2010

Arti Hidup

"Hidup ini sesunggunya cuma, ya, begini-begini saja ini. Orang sibuk bukan main dengan macam-macam tetek-bengek, padahal kalau sudah mati, tumpas semua itu, tak ada lagi masalah. Omong-omong orang bicara tentang masa depan. Menipu diri sendiri. Hidup itu, ya, yang sekarang inilah. Memang waktu kita belum mengenal sesuatu, sesuatu itu tampak indah, tampak ada di hadapan. Tapi, begitu kita mengetahuinya, ya, cuma segitu-segitunya, tak ada yang lain. Perkawinan, misalnya. Sebelumnya tampak sebagai sesuatu yang indah memesona. Tapi begitu kita di dalamnya, kita diperangkap dalam macam-macam peraturan, sampai kita kehilangan kemerdekaan kita. Kita mesti turut dengan peraturan itu demi hidup, sebab kalau tidak turut, hidup kita menjadi sukar, dijauhi orang dan tidak diajak kerjasama. Padahal dengan begitu kita menggadaikan kemerdekaan kita..."
Bab Arti Hidup, 'Pramoedya Ananta Toer Dari Dekat Sekali : Catatan Pribadi Koesalah Soebagya Toer'muka 89-90.

Ini adalah petikan dari buku yang ditulis sendiri oleh adik Pram, Koesalah yang saya kira amat menyentuh. Banyak kisah kecil yang Koesalah catatkan tentang Pram yang unik dan tersendiri, menjadi saksi siksa jiwa dan batin Pram dalam berkarya dan membebaskan dirinya dari kurungan dan kekangan politik.

Saya masih merangkak-rangkak menghabiskan bacaan, membaca beberapa buah buku secara serentak termasuklah usaha menamatkan bacaan buku yang di beli dari Jakarta. Tahun ini saya mensasarkan bacaan bermutu dalam menggali lebih banyak ilmu. Namun sehingga Mac, judul yang telah tamat masih lagi kecil. Kalau tidak dipaksakan diri membaca, harusnya saya hanyut dengan buku yang bertambah-tambah. Ya, memaksa itu ada baiknya juga.


2 ulasan:

ASaL berkata...

meminjam kata-kata pram untuk dimuatkan dalam sisipan di blog :)

NorziatiMR berkata...

Silakan As. Banyak lagi yang hebat.

Oh ya, saya beli dua buku tentang Pram. Satu lagi ialah Bersama Mas Pram yang di tulis oleh dua orang adiknya, Koesalah dan Soesilo