Selasa, Januari 17, 2012

Menuliskan sesuatu yang berterus terang

Bagaimana agaknya cara untuk berterus terang dalam karya agar mudah di fahami dan tidak mudah diselewengkan?

Ketika membaca Putera Gunung Tahan yang saya temui di rumah sewa beberapa tahun dahulu - yang saya kira sengaja ditinggalkan oleh tuan rumah bersama buku-buku, perabot, katil, tilam, tv, pinggan mangkuk dan sofa - saya merasa terkejut dengan penceritaan yang berterus terang dalam novel ini. Sesuai dengan zaman tersebut, saya kira ia sebuah novel 'revolusi' yang berani mengkritik dan menegur sikap penjajah dan pembesar (pemimpin) yang sengaja menjadi tali barut dan pengkhianat terhadap rakyatnya.

Persoalannya sekarang, apakah zaman menjadikan kita bersungguh-sungguh berterus terang atau kita perlu bersifat dan bersikap untuk mengubah?

Tiada ulasan: